LEBAK, Ungkap Publik – Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak tengah menelusuri beredarnya pesan berantai yang mengatasnamakan Bupati Lebak terkait aktivitas penjualan seragam maupun iuran di lingkungan satuan pendidikan.

Pesan tersebut mencantumkan foto dan inisial empat warga (U, D, HR, dan D) yang mengaku keberatan serta merasa dirugikan karena gambar mereka tersebar di kalangan sekolah. Ada rumor yang menyatakan penyebaran pesan diduga melibatkan petinggi di kantor dinas, namun hal itu dibantah langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Lebak, Dodi Irawan.

“Saya sudah terima pesan berantai tersebut, tapi pihak dinas tidak terlibat,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan, H. Maman Suryaman, mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam proses menyelidiki identitas pembuat dan penyebar pesan. “Kami sedang menelusuri siapa yang membuat atau menyebarkan chat itu. Mohon informasi jika ada yang tahu siapa yang membuat narasi tersebut,” katanya kepada wartawan pada Rabu (11/2/2026).

Dalam isi pesan yang beredar, terdapat imbauan kepada kepala sekolah untuk menolak keempat orang tersebut jika datang dengan mengatasnamakan Bupati Lebak terkait pembelian seragam atau pungutan tertentu. Kutipan pesannya berbunyi: “Assalamualaikum. Pa Kepsek mohon diinformasikan ke satuan pendidikan apabila ada 4 orang ini ke sekolah mengatasnamakan Bupati untuk pembelian seragam atau iuran ditolak saja. Kejadian ini sudah ada di Korwil/SD. Mohon ditolak apabila ada orang-orang ini ke satuan SMP/Subrayon.”

Keempat warga tersebut telah datang ke Dinas Pendidikan untuk meminta klarifikasi dan mengharapkan pihak dinas segera menemukan pelaku yang dinilai telah mencemarkan nama baik mereka serta mengaitkannya dengan dugaan aktivitas yang tidak benar. (Red)