LEBAK, Ungkap Publik– Masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya para ibu rumah tangga, menduga banyak tabung gas elpiji 3 kilogram yang beredar di pasaran merupakan hasil oplosan atau diisi angin. Pasalnya, banyak keluhan yang menyebutkan isi gas tersebut cepat habis, meski baru dipakai dua hingga tiga kali memasak.

Hal itu diungkapkan Nurul Khodijah, warga Kecamatan Rangkasbitung. Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir sudah dua kali mengganti tabung gas, padahal penggunaannya hanya untuk memasak nasi dan sayur.

“Saya heran ko gas habisnya cepat, padahal baru juga dua kali dipakai masak. Saya cek regulator hingga selang tidak ada yang bocor, tapi jarum penunjuk tekanan sudah kembali ke angka nol,” kata Nurul kepada wartawan, Selasa (6/5/2026).

Ia menduga, takaran gas di dalam tabung sudah dikurangi dan diganti dengan angin agar saat dipasang jarum regulator terlihat penuh.

“Saya lihat kemarin jarum regulator masih di atas, tapi sekarang sudah ada di bawah yakni di angka nol,” ujarnya.

Nurul juga sudah menanyakan hal tersebut ke warung tempat ia biasa membeli dengan harga Rp 24.000. Namun, pihak warung mengaku tidak tahu-menahu soal isi tabung, karena mereka hanya menerima pasokan dari pangkalan.

“Saya minta ini ditindaklanjuti oleh aparat dan menindak tegas agen atau pangkalan yang nakal, karena sudah merugikan masyarakat sebagai konsumen,” tegasnya.

Disperindag: Sudah Ada yang Digerebek

Menanggapi hal ini, Yani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak membenarkan bahwa saat ini memang marak beredar gas elpiji 3 kg oplosan.

Ia meminta masyarakat berani melapor jika menemukan indikasi kecurangan tersebut.

“Belum lama ini di Kecamatan Maja, polisi sudah menggerebek tempat pengoplosan gas elpiji. Untuk itu, saya minta data warung dan pangkalan tempat Ibu Nurul membeli, biar kami dan polisi langsung melakukan sidak,” ucap Yani. (Tadz/Red)