LEBAK, Ungkap Publik – Enam tahun berlalu sejak bencana alam tahun 2020, MI Irsyadul Ibad di Kampung Padurung, Desa Lebaksangka, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, masih terpuruk. Bangunan kantor sekolah yang ambruk belum pernah direhabilitasi.

Para guru tak punya ruang kerja layak, terpaksa beraktivitas di ruang kelas. Toilet tersumbat tak bisa dipakai. Sebagian siswa belajar tanpa meja dan kursi memadai, antar kelas hanya disekat sederhana sehingga suara saling mengganggu. Atap bocor, dinding mengelupas.

“Sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami setiap hari singgah di kelas masing-masing,” ujar pengajar Wahyudin Sutiawan. Ia tak jarang menangis melihat anak didik tetap semangat belajar meski dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Sekolah berisi sekitar 90 siswa dan 7 pendidik ini kini menanti perhatian. Hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi instansi terkait soal rencana rehabilitasi. Pemerataan pendidikan pun dipertanyakan: akses saja tak cukup, sarana belajar pun harus layak. (Red)