LEBAK, Ungkap Publik — Sejumlah guru di SMPN 2 Sajira diduga meninggalkan jam pelajaran untuk urusan lain. Perilaku ini dikabarkan sulit diingatkan oleh pimpinan sekolah karena adanya dugaan kedekatan sebagian pihak dengan lingkaran pejabat daerah, sehingga proses pembelajaran siswa dinilai terabaikan.
Hal ini diungkapkan oleh pemerhati pendidikan sekaligus warga Kecamatan Sajira berinisial KD, Selasa (12/8/2026). Menurutnya, tercatat sekitar 9 orang yang diduga terlibat — terdiri dari 4 tenaga PNS, 4 tenaga P3K, dan 1 tenaga honorer.
“Mereka merasa punya kedekatan dengan istri Bupati Lebak, sehingga berani berbuat demikian. Sudah ditegur Kepala Sekolah pun tidak diindahkan,” ujar KD.
Disebutkan pula, salah satu guru yang diduga memimpin kelompok ini juga berstatus sebagai istri pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Lebih dari itu, pihak terkait juga diduga mengelola dana koperasi siswa senilai lebih dari Rp40 juta; dikatakan keuntungan yang didapat telah digunakan, namun modal pokoknya kini hilang tak jelas ke mana perginya.
Menanggapi tuduhan terkait keberadaan saat itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Sajira, Danu Nugraha, membantah. Ia menyatakan kegiatan yang terlihat pada bukti yang beredar justru dilakukan setelah jam pelajaran berakhir.
“Informasi itu tidak benar. Ibu NN mengajak rekan-rekannya itu setelah selesai jam KBM, dalam rangka merayakan salah satu rekan yang baru menyelesaikan skripsi,” jelasnya.
Meski demikian, Kepala Sekolah belum memberikan penjelasan atau tanggapan apa pun terkait dugaan hilangnya modal pokok dana koperasi siswa yang dikelola pihak tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait lainnya untuk mendapatkan kejelasan dan keterangan lengkap. (Red)

Tinggalkan Balasan