PANDEGLANG, Ungkap Publik — Luasnya perairan Selat Sunda tak menyurutkan tekad tim penyelamat. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas jangkauan dengan membagi kekuatan menjadi tujuh Unit Pencarian dan Penyelamatan (SRU), menyisir satu per satu sektor yang diduga menjadi lokasi keberadaan speedboat hilang kontak beserta delapan orang di dalamnya. Hingga sore hari, belum ditemukan jejak apa pun, namun upaya terus berjalan tanpa henti.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., menjelaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal. Area diperlebar, jalur pencarian diperhalus, dan seluruh unsur pendukung dioptimalkan demi menemukan mereka yang masih hilang.

“Hari kedua ini kami perluas wilayah pencarian dan bagi menjadi tujuh sektor kerja. Semua sarana dan personel kami gerakkan sekuat tenaga. Meski hasil sejauh ini masih nihil, kami tidak berhenti,” ujar Al Amrad.

Tujuh Unit, Satu Tujuan

Pembagian wilayah kerja disusun rapi menurut perhitungan arus dan jalur perkiraan:

– KN SAR Tetuka 247 — menyisir Sektor 2 sejauh 68,3 mil laut.
– KAL Anyer — menjelajahi wilayah yang sama dengan jangkauan 69,5 mil laut.
– RIB 02 & RIB 03 Lampung — bertugas di Sektor 1 sejauh 67 mil laut, memantau dari sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
– RIB 02 Banten — kembali menelusuri sepanjang pesisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
– KP Sanjaya — bergerak di Sektor 4 sejauh 67,3 mil laut.
– KRI Leuser dan KRI Lepu — masing-masing menyisir sektor yang telah ditetapkan berdasarkan peta perkiraan pergerakan objek hilang.

Pukul 13.31 WIB, KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pelacakan mengikuti titik koordinat yang dipetakan sistem SAR. Di tengah perjalanan, tim menyaksikan Gunung Anak Krakatau memuntahkan material debu vulkanik yang cukup tebal, menyelimuti sebagian wilayah udara di sekitarnya.

Al Amrad menegaskan: keselamatan pencari tetap menjadi prioritas utama.

“Kami pantau terus aktivitas gunung berapi. Saat debu vulkanik terlihat tebal, kami sesuaikan langkah agar personel tetap aman. Pencarian tetap berjalan, namun selalu disesuaikan dengan kondisi alam di lapangan,” jelasnya.

Hingga pukul 15.22 WIB, KP Sanjaya yang bertugas di sektor terluas pun melaporkan hasil yang sama: belum ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun orang-orang yang dicari.

Delapan Orang yang Masih Dinanti

Yang dicari adalah:

1. Warta (55) — Nahkoda kapal
2. Surakman (60) — Awak kapal
3. Heriyanto (49) — Pemandu
4. M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis Antara
5. Ari Basuki — Jurnalis Merdeka
6. Yudhis — Jurnalis iNews
7. Daus — Jurnalis Anadolu
8. Donal — Jurnalis Lepas

Kekuatan Bersatu

Operasi ini bukan kerja satu instansi. Di lapangan bersatu kekuatan: Kantor SAR Banten & Lampung, Tim Rescue USS Pandeglang dan USS Merak, TNI AL, Polri, BPBD, KSOP, kelompok potensi SAR, perwakilan keluarga, rekan media, nelayan, dan warga yang sukarela membantu.

Sarana yang dikerahkan pun lengkap: kapal pencarian besar, perahu karet, drone termal, serta peralatan khusus air, medis, dan komunikasi. Cuaca cukup mendukung — cerah berawan, angin 14 knot, gelombang tenang 0,4–1 meter — namun luasnya perairan tetap menjadi tantangan terbesar.

“Hasil hari kedua masih nihil. Tapi kami tidak berhenti. Setiap saat kami evaluasi, setiap saat kami perbarui strategi. Kami berharap, secepatnya ada kabar, ada jejak, ada pertemuan kembali,” pungkas Al Amrad.

Pencarian akan berlanjut. Selat Sunda luas, namun harapan tak pernah sempit. (Red)