BANTEN, Ungkap Publik — 23 September 2026 — Kabar yang ditunggu sekaligus memilukan akhirnya tiba. Jenazah yang ditemukan nelayan di perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September lalu telah dipastikan sebagai salah satu dari delapan orang yang hilang kontak bersama Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda sejak 7 September 2026.

Ia adalah Sukarman, Anak Buah Kapal (ABK) kapal yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga awak saat berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepastian ini diperoleh melalui hasil pemeriksaan DNA tertuang dalam surat nomor B/ND-274/IX/KES.19/2026/Rollabdokes POLRI, yang menunjukkan kecocokan sempurna dengan DNA Yayat — anak dari almarhum. Secara medis forensik, Sukarman telah resmi teridentifikasi.

Ditemukan pada hari kelima operasi pencarian, jenazah semula dievakuasi Tim SAR Gabungan Bengkulu sebelum akhirnya diproses lebih lanjut untuk verifikasi identitas.

Sementara itu, upaya pencarian yang digelar sejak 8 September hingga 17 September lalu telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan beragam unsur dan sarana. Setelah masa operasi resmi berakhir, pemantauan tetap berjalan. Namun hingga hari ini, belum ditemukan jejak tujuh orang lainnya maupun puing-puing kapal yang hilang.

“Operasi SAR berlangsung dari 8 sampai 17 September, lalu dilanjutkan pemantauan. Hingga 23 September, belum ditemukan tanda keberadaan korban maupun kapal,” ujar Al Amrad, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.

Dengan teridentifikasinya Sukarman, proses penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Harapan sekaligus doa tetap terkirim, semoga tujuh sahabat yang masih dinanti segera ditemukan. (Utari/Red)