LEBAK, Ungkap Publik — Debu berterbangan, keringat menetes, namun senyum tak pernah lepas dari wajah warga Desa Citorek Barat. Di lereng perbukitan yang menghubungkan desanya dengan Cibedug, jalan sepanjang 1,4 kilometer perlahan terbentuk — bukan hanya dari beton dan batu, tetapi juga dari tangan-tangan yang saling bergotong royong.

Di antara mereka yang sibuk bekerja, terlihat sosok Arhata (45), seorang penyadap aren. Di sela kesibukannya sehari-hari, ia meluangkan waktu untuk turun langsung membantu pembangunan jalan ini. Baginya, jalan yang baik bukan sekadar urusan orang lain — ini milik semua orang.

“Saya ikut membantu karena ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya tulus.

Arhata mengaku sangat senang dengan pembangunan ini. Harapannya sederhana: akses antara Citorek Barat dan Cibedug semakin baik. Bagi dirinya dan warga sekitar, jalan ini berarti lebih dari sekadar konektivitas. Ini adalah harapan agar hasil kebun dan pertanian mereka dapat dibawa keluar dengan lebih mudah, lebih cepat, dan dengan biaya yang lebih ringan.

“Terima kasih kepada Satgas TMMD dan seluruh personel yang terlibat. Semoga pengerjaannya lancar hingga selesai, dan manfaatnya benar-benar terasa untuk kita semua,” pungkasnya, Minggu (18 Oktober 2026).

Kasi Intel Kodim 0603/Lebak, Kapten Arh Tri Winarto, menambahkan bahwa pengecoran jalan ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas satuan.

“Melalui kerja bersama, setiap unsur berkontribusi dalam mendukung sasaran fisik TMMD ke-130. Semangat gotong royong yang tumbuh di lokasi membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan,” ujarnya.

Pembangunan ini menyatukan banyak pihak — Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, Yonif TP 840/GS, dan warga seperti Arhata yang memilih tak hanya menonton, tetapi turut berkontribusi. Di sinilah makna TMMD sesungguhnya: jalan yang dibangun bersama akan dijaga bersama pula. Karena hasil pembangunan yang dirasakan bersama, adalah tanggung jawab kita bersama. (Red)