LEBAK, Ungkap Publik – Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak menuding Wika Kontraktor, pelaksana proyek jalan tol Serang-Panimbang (Serpan), mengutus humas eksternal untuk melakukan intimidasi. Tudingan ini muncul setelah jadwal audiensi yang diajukan BK-LSM ditunda.
Mamik Slamet, Ketua Umum BK-LSM Lebak, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai humas eksternal Wika Kontraktor. Pesan tersebut diterima setelah pengajuan audiensi BK-LSM kepada Wika Kontraktor terkait proyek tol Serpan.
“Sesuai surat yang kami ajukan, audiensi seharusnya dilaksanakan Jumat ini. Namun, kami menerima pesan WhatsApp dari pihak yang mengaku humas eksternal Wika Kontraktor yang menyatakan audiensi ditunda,” ujar Mamik dalam siaran persnya, Jumat (13/02/2026).
Mamik menambahkan, pesan WhatsApp tersebut juga berisi pesan suara bernada intimidasi kepada pengurus BK-LSM Lebak. “Kami sangat menyesalkan mengapa Wika Kontraktor malah memerintahkan seseorang yang mengaku sebagai humas eksternal untuk menjawab surat melalui WhatsApp. Ini terkesan tidak profesional. Lebih parah lagi, humas eksternal tersebut berani mengintimidasi kami dengan nada emosi melalui pesan WhatsApp,” tambahnya.
Sekretaris Umum BK-LSM Lebak, Judin Sutisna, juga menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, sebagai perusahaan BUMN, Wika Kontraktor seharusnya menerima kritik sebagai bahan evaluasi, bukan malah melakukan intimidasi.
“Kami sangat menyesalkan mengapa Wika Kontraktor malah memerintahkan pihak eksternal yang terkesan mengintimidasi dan mengancam kami. Ini patut ditindaklanjuti,” kata Judin.
Judin berharap Wika Serang Panimbang (WSP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lahan, dan instansi terkait lainnya segera mengevaluasi kinerja Wika Kontraktor.
“Karena kami sudah mencoba membuka ruang dialog melalui surat permohonan audiensi, namun mereka malah memerintahkan pihak eksternal yang diduga malah mengintimidasi kami, maka Insya Allah surat kami ajukan ke WSP dan PPK, serta instansi terkait lainnya, semoga ada bahan evaluasi bersama,” pungkasnya.
Berikut adalah kutipan beberapa isi pesan WhatsApp audio yang diduga berasal dari humas eksternal Wika Kontraktor:
“Kalo kamu ngeyel begitu, mau diturunin masa saya turunin masa, kalian mau nurunin masa saya turunin masa ribuan, keukur sama saya keukur, hayu, saya sudah memberikan jawaban akurat, baca semua, Wika membeli tanah sudah sesuai, jelasin dasar hukumnya, dijawab sama saya, kalian sudah malang melintang di dunia LSM, ga ada setai kukunya.”
“Tar saya membuat berita, saya persiapkan semua dasar hukumnya, dibantah sama saya semuanya ya.”
Pesan-pesan inilah yang kemudian memicu tudingan intimidasi dari BK-LSM Lebak terhadap Wika Kontraktor.
Hingga berita ini diturunkan, Febri, yang disebut-sebut sebagai pihak pelaksana utama Jalan Tol Serang-Panimbang OP 18 STA 23 wilayah Kecamatan Cibadak, belum memberikan respon saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Wartawan juga belum mendapatkan konfirmasi dari pihak yang disebut sebagai humas eksternal tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan