LEBAK, Ungkap Publik – Ruas jalan penghubung Muncang–Sobang di Kampung Cikupa, Desa Cikarang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten mengalami longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Material tanah jurang di sisi jalan terkikis hingga sebagian badan jalan terkena dampak, mengancam akses jalur vital tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada pekan kemarin. Tebing setinggi sekitar 10 meter di pinggir jalan tidak mampu menahan debit air hujan tinggi sehingga ambrol, menyebabkan sebagian badan jalan retak dan tergerus. Pengendara kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas.
Jalur Penting untuk Ekonomi dan Pendidikan
Kepala Desa Cikarang Yudi Permana menjelaskan, jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga Muncang menuju pusat kecamatan di Sobang maupun ke arah Pasar Ciminyak.
“Selain sebagai jalur aktivitas ekonomi dan pendidikan, jalan ini juga menjadi distribusi utama hasil pertanian warga. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan jalan bisa terputus total, apalagi intensitas hujan masih tinggi,” ucapnya pada Ahad (15/2/2026).
Menurut dia, penanganan darurat saja belum cukup untuk mengatasi retakan dan potensi longsor susulan. Diperlukan solusi permanen seperti pembangunan turap dan drainase agar air hujan tidak langsung menggerus tebing.
DPUPR Langsung Turun Tim Teknis
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak H. Dade Yan Apriyandi kepada wartawan mengkonfirmasi telah menerima laporan dan menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen kerusakan.
“Kami sudah cek kondisi di lapangan. Penyebab utama longsor adalah curah hujan tinggi yang membuat tebing penahan jalan mengalami pergerakan tanah,” katanya.
Langkah penanganan darurat segera dilakukan agar akses masyarakat tetap dapat dilalui, minimal untuk kendaraan roda dua dan roda empat secara bergantian. Langkah awal yang dilakukan meliputi pembersihan material longsor, pemasangan rambu peringatan, serta penguatan sementara di titik retakan jalan.
“Kami juga tengah menyusun perencanaan teknis untuk penanganan permanen berupa turap penahan tanah dan perbaikan sistem drainase. Jalur ini merupakan prioritas karena sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” tegasnya.
DPUPR Lebak menargetkan penanganan darurat selesai dalam waktu dekat, sementara menunggu alokasi anggaran untuk perbaikan permanen. Masyarakat juga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras, karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan. Jika kondisi memburuk, pihaknya akan melakukan penutupan sementara demi keselamatan. (Red)

Tinggalkan Balasan