LEBAK, Ungkap Publik – Sebuah tangkapan layar obrolan di grup WhatsApp viral dan memancing perhatian publik. Dalam pesan tersebut, warga meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh SDN di Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak dihentikan atau distop.

Dalam pesan yang beredar itu, pengirim merasa kecewa karena jadwal distribusi makanan dianggap tidak tepat waktu dan mengganggu jam pulang sekolah.

“Stop aja MBG sekalian, kelas 1 anak-anak pulang-pulang jam 10, ini datang jam 10:20 WIB. Alasan nganterin SMP dulu lah, nggak mikir SMP pulang sore. MBG SD se-Ciuyah tejelas (nggak jelas),” tulis akun tersebut.

Merespons keluhan yang viral ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, angkat bicara. Ia memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Siap, nanti kita sampaikan ke Satgas,” singkat Dodi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (6/4/2026).

Kepsek SDN 3 Ciuyah Benarkan Terlambat

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Ciuyah, Jamad, membenarkan adanya keterlambatan distribusi pada hari tersebut. Namun ia menegaskan tidak semua siswa pulang dengan tangan kosong.

“Ya Pak, memang tadi MBG belum datang. Anak kelas 1 dan 2 sudah keluar ruangan kelas jam pulang, tapi nunggu di panggung nunggu MBG,” ujar Jamad.

Menurutnya, hanya sebagian kecil siswa yang akhirnya pulang tanpa menerima makanan karena sudah dijemput orang tua.

“Hanya ada siswa kelas 1 yang sudah pulang dijemput orang tuanya, tapi kelas 1 dan kelas 2 sejumlah kurang lebih 7 orang. Petugas MBG juga tadi bilang minta maaf terlambat kirim ke SDN 3 Ciuyah. Saya tadi rapat di Korwil,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai identitas pengelola atau pemilik dapur produksi (SPPG) di wilayah tersebut, Jamad terkesan enggan memberikan keterangan rinci.

“Ya nanti saya tanya ya, Pajangan,” terang Jamad.

Ketika ditanya lebih lanjut siapa sosok yang dimaksud dengan ‘Pajangan’, apakah manajer dapur atau pihak terkait lainnya, ia mengaku tidak tahu.

“Maaf kurang tahu,” kilahnya. (Red)