LEBAK, Ungkap Publik  – Tokoh masyarakat di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Lebak – Banten menyayangkan pemberitaan salah satu media yang menyatakan warga mengeluhkan stockpile batu bara milik R, Sabtu (27/12/2025). Menurut mereka, keberadaan stockpile itu bukan baru, tapi sudah berpuluh-puluh tahun, dan tidak pernah ada laporan warga.

“Stockpile ini sudah lama, saya tidak pernah terima keluhan. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan?” kata Hendrik, Ketua RW di daerah itu.

Ia menjelaskan, warga bahkan merasa mendapat manfaat karena bisa bekerja di situ, mulai dari tukang loding sampai sopir, untuk menafkahi keluarga. Pemilik stockpile juga setiap bulannya memberikan kompensasi kepada warga sekitar.

“Kami ngak merasa dirugikan. Mungkin orang yang berfikiran lain yang mengada-ada,” ujar Hendrik.

Dia juga menilai pemberitaan itu tendensius karena hanya menyoroti stockpile tersebut, padahal masih banyak stockpile dan pertambangan lain di daerah. “Kenapa cuma ini? Jauh-jauh dari luar langsung menulis, ngak konfirmasi atau sepihak,” katanya.

Hendrik juga menegaskan, jika APH atau pihak terkait ingin menutup, jangan hanya menutup satu atau dua. “Kalau ada yang ilegal, tutup semua – jangan tebang pilih. Juga, pemerintah harus memberi kemudahan perijinan agar warga tidak terus disandang ilegal,”imbuh Hendrik.

Senada dengan itu, Aba, Ketua RT, mengaku kaget dengan pemberitaan. “Saya tidak pernah dapat pengaduan dari warga. Bingung apa yang mendasari berita ini,” katanya, menekankan bahwa warga tidak mau dibilang tidak balas budi kepada pemilik stockpile.

Saat dikonfirmasi, Agus, salah satu pekerja di stockpile, juga mengatakan keberadaannya memberikan manfaat bagi warga. “Lebih mementingkan warga punya pekerjaan,” katanya.

Dikonfirmasi, R, pemilik stockpile batu bara di Desa Pamubulan membenarkan bahwa, stockpile tersebut miliknya. Kata R, stockpile itu, beberapa waktu ini sedang tidak ada aktivitas apapun.

“Tidak ada aktivitas kang, muncul berita juga sebelumnya tidak ada konfirmasi ke saya,”terang R diujung telpon genggamnya, Sabtu (27/12/2025). (Red)