LEBAK, Ungkap Publik – Air mineral kemasan gelas merk Kim-Qua tengah menjadi sorotan publik di Kabupaten Lebak setelah produknya ditemukan keruh dan diduga mengandung lumut oleh warga di Kecamatan Cibadak.
Beberapa warga di Kecamatan Cipanas mengklaim sumber air berasal dari Desa Banjar Irigasi dan didistribusikan pada malam hari sekitar pukul 22.00 ke atas. “Warga sering melihat pasokan air menggunakan mobil tangki dari Desa Banjar Irigasi, bukan dari Bogor atau Depok,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Salah satu warga lain dengan inisial ATG menyebutkan bahwa produsen tersebut telah beroperasi sekitar 4-5 tahun dengan jumlah karyawan 15-20 orang. Pabrik yang berlokasi di pinggir jalan raya memiliki ukuran sekitar 6 meter lebar dan 10 meter panjang. Menurutnya, pemilik usaha berketurunan Tionghoa dan dikelola oleh warga setempat berinisial Rup, dengan informasi yang menyatakan belum memiliki kelengkapan perijinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, H. Lingga Segara, S.STP., M.Si mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan mengecek data produsen terkait kelengkapan izin usaha. “Mungkin usaha perorangan, kita akan cek data perijinannya,” jelasnya pada Senin (03/01/2026).
Sebagai klarifikasi, Kepala Produksi CV. Andalas Perkasa Cipanas sebagai produsen Kim-Qua, Wahyu, menyatakan kondisi keruh atau diduga berlumut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk waktu penyimpanan. “Kalau air itu fleksibel banyak faktor, terkecuali kalau ada benda asing seperti baut atau paku yang tidak bisa ditoleransi,” ujarnya pada Sabtu (30/12/2025)
Ia menjelaskan bahwa air yang digunakan berasal dari mata air di Depok dan dikirim menggunakan mobil tangki dari Bogor, kemudian dikemas di fasilitas mereka di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas. (Red)

Tinggalkan Balasan