LEBAK, Ungkap Publik – Orang tua wali murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jannaty di Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengajukan protes dan mempertanyakan kualitas serta nilai ekonomi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa. Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, wartawan masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari pihak terkait, termasuk pemilik dapur penyedia MBG.

Menu MBG yang disajikan terdiri dari satu bungkus kecil kripik tempe, satu bungkus gabin, satu gelas kemasan kecil puding, dan satu butir telur mateng. Menurut orang tua siswa, total nilai paket tersebut dinilai di bawah Rp10 ribu, sehingga pemilik dapur diduga hanya mencari keuntungan tanpa memperhatikan kualitas makanan.

“Aslinya, pemilik dapur hanya mencari untung. Diduga maling hak siswa sebagai penerima manfaat, satu gelas kemasan kecil saja, pudingnya encer,” ujar Toha, salah satu orang tua wali murid, Rabu (11/03).

Senada dengan Toha, Dodi, orang tua wali murid lainnya, menyatakan bahwa menu MBG yang diterima anaknya memiliki kualitas yang kurang baik, terutama puding yang encer. Ia mengatakan bahwa biasanya menu MBG lebih beragam dengan menyertakan buah-buahan, susu, dan kurma.

“Benar, anak saya sekolah di MI Jannaty dapet MBG puding encer. Kalau menunya seperti itu, nggak bakal sampai Rp10 ribu. Baru kali ini sih menunya seperti itu, biasanya buah-buahan dapat, susu dapat termasuk kurma juga walupun hanya 3 atau 4 biji,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah melarang masyarakat, termasuk orang tua siswa, untuk mengunggah menu MBG di media sosial. Bahkan, ia mendorong hal tersebut sebagai bentuk pengawasan bersama.

“Saya malah senang setiap orang memposting menu MBG di media sosial, karena itu bagian dari pengawasan bersama,” ujar Dadan dalam keterangannya kepada media online nasional, Selasa (3/3/2026). (Red)