LEBAK, Ungkap Publik – Oknum wartawan berinisial DN diduga melakukan intimidasi terhadap Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Tajul Arifin. Dugaan ini bermula dari isi pesan WhatsApp yang dikirimkan DN kepada Tajul Arifin pada Senin (18/5/2026).

Dalam pesan tersebut, DN menuliskan, “Saudara jika ingin dibenahi masih ada peluang waktu, itu saudara masih 2 edisi, beres dengan siapa berkas ada di saya. Iya itu pun kembali terhadap saudara, apa saya munculkan TVOne RCTI.”

Menanggapi hal itu, Tajul Arifin menyatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan saran yang bersifat membangun, namun sangat menyayangkan cara penyampaian yang dinilai kurang baik. Sebagai pemimpin desa, ia menegaskan tetap berkomitmen menjaga nama baik wilayah dan menjalankan program demi kepentingan warga.

“Alhamdulillah, saya terima semua masukan demi perbaikan. Tapi saya sangat menyesalkan jika ada yang menyampaikannya dengan cara kurang baik. Saya harus menjaga nama baik desa dan bekerja sebaik mungkin untuk masyarakat,” ungkapnya.

Terkait beredarnya pemberitaan soal dugaan penggelapan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode 2020–2025, Tajul Arifin meluruskan informasi tersebut. Ia menjelaskan baru dilantik pada 2021, dan seluruh anggaran BLT-DD selama masa jabatannya hingga 2025 sudah terealisasi sepenuhnya.

Ia pun mengundang pihak yang ingin mengecek kebenaran data untuk datang langsung ke kantor desa. Menurutnya, daftar penerima bantuan mengacu pada DTKS yang sudah divalidasi dan telah diketahui oleh Muspika Kecamatan. (Red)