LEBAK, Ungkap Publik — Insiden penyerangan terhadap sekretariat organisasi mahasiswa terjadi di Kabupaten Lebak. Peristiwa yang menimpa Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Insan Cita Cabang Lebak ini menuai kecaman keras dan dinilai sebagai ancaman serius terhadap keselamatan para kader.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung pada malam Jumat, 11 Juni 2026. Sekelompok orang tak dikenal diduga datang secara tiba-tiba dan melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam. Tindakan tersebut memicu kepanikan dan ketakutan di kalangan mahasiswa yang berada di lokasi saat itu.
Akibat insiden ini, sejumlah kader HMI mengalami luka fisik. Selain itu, para korban juga dilaporkan mengalami trauma mendalam mengingat situasi yang sangat mencekam dan mengancam nyawa.
Ketua Umum HMI Cabang Lebak, Anan Al Jihad, menyampaikan kekhawatirannya atas tingkatan kekerasan dalam kejadian tersebut.
“Kejadiannya malam Jumat tanggal 11 Juni. Pelaku membawa senjata tajam. Bisa dibayangkan, jika tidak ada yang melerai dan membubarkan situasi, nyawa kawan-kawan mahasiswa bisa saja melayang,” ujarnya.
Anan menilai, tindakan itu tidak bisa dikategorikan sebagai kejahatan biasa. Ia bahkan menduga adanya unsur percobaan pembunuhan mengingat alat yang digunakan sangat berbahaya.
“Ini bukan sekadar penyerangan. Karena pelaku membawa senjata tajam, kasus ini sudah mengarah pada percobaan pembunuhan. Kami mendesak Polres Lebak segera menindaklanjuti laporan pengaduan yang telah kami sampaikan,” tegasnya.
Pihak HMI menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Mereka mengaku telah mengantongi sejumlah bukti dan keterangan saksi yang dianggap cukup kuat untuk mempercepat penanganan kasus.
“Kami pastikan akan mengawal kasus ini sampai selesai. Bukti dan saksi sudah kami miliki, sehingga seharusnya tidak menyulitkan pihak kepolisian untuk bertindak tegas,” tambah Anan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan. Desakan dari elemen mahasiswa diharapkan dapat mendorong aparat segera bekerja maksimal, menjaga keamanan, serta memberikan keadilan dan perlindungan bagi para korban. (Red)


Tinggalkan Balasan