LEBAK, Ungkap Publik – Puluhan siswa MDTA Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, terpaksa belajar di gubuk lapuk tanpa dinding. Bangunan lama yang dibangun program PNPM 2011 telah runtuh sejak tiga tahun lalu, namun hingga kini belum ada biaya rehabilitasi.

Kepala Sekolah Wawan menjelaskan pembelajaran tetap berjalan dengan fasilitas seadanya. Dana BOS hanya sekitar Rp28.000 per siswa per tahun dan insentif guru Rp50.000 per bulan. Permohonan sudah pernah disampaikan pada beberapa pihak namun hingga saat ini belum ada hasil sama sekali.

Aktivis Respek Peduli, Delima Humairo atau Bunda Ima, menyayangkan kondisi tersebut. “Belajar tanpa dinding, tanpa meja-kursi cukup, namun semangat anak-anak tetap tinggi. Sekolah ini sangat dibutuhkan,” ujarnya, berharap perhatian pihak terkait segera hadir. (Red)