LEBAK, Ungkap Publik – Unggahan di media sosial yang memuat dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang santri di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, belakangan ini menyebar luas dan menjadi pembicaraan warganet.
Informasi itu pertama kali dibagikan lewat akun Instagram @sifaawlyh_, lalu disebarkan kembali oleh akun @banten.fyp hingga memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Menurut isi unggahan tersebut, kejadian diduga menimpa adik pengunggah yang tinggal bersama neneknya di wilayah Malingping. Peristiwa itu baru terungkap setelah korban akhirnya menceritakan ketakutan yang selama ini dipendamnya kepada keluarga.
Setelah didesak untuk berbicara, korban mengaku diduga mengalami perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum tokoh agama. Korban disebut sebagai santri kalong yang beberapa kali dalam seminggu menginap di tempat pengajian tersebut.
Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa terduga pelaku diduga menggunakan alasan meminta melakukan kerokan sebagai cara untuk melakukan sentuhan fisik yang tidak wajar. Korban juga diklaim beberapa kali dipanggil masuk ke ruangan pelaku saat keadaan sepi.
Pengunggah menyebut korban sudah berusaha menolak, namun perlakuan itu tetap terjadi hingga menimbulkan dampak trauma psikologis.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Polsek Malingping AKP Dadan Jumhana menegaskan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan kasus itu.
“Sampai saat ini belum ada laporan ke Polsek. Anggota kami pun sudah turun ke lapangan dan belum menemukan bukti terjadinya peristiwa tersebut,” ujar AKP Dadan saat dikonfirmasi wartawan Selasa (14/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Bagi yang merasa menjadi korban atau mengetahui kejadian sebenarnya, silakan segera melapor ke kepolisian agar dapat diproses menurut hukum yang berlaku,” tambahnya.
Polisi menegaskan siap menindaklanjuti setiap laporan secara profesional jika terdapat bukti yang cukup dan unsur pidana yang terpenuhi. (Red)


Tinggalkan Balasan