LEBAK, Ungkap Publik — Suasana di kawasan GOR Ona, Rangkasbitung, Jumat (2/10/2026) terasa berbeda. Ratusan pengemudi Maxim berkumpul, bukan untuk mencari penumpang, melainkan menyampaikan suara hati yang terasa makin tertekan. Mereka datang ke kantor pengelola franchise Maxim Lebak membawa satu pesan: kebijakan program Turbo berbayar Rp15.000 untuk pemakaian lima jam dirasa terlalu berat.

Bagi Eri, salah satu pengemudi, kebijakan itu terasa seperti membebani yang sudah berat. “Sudah dipotong aplikasi, bayar pajak, ditambah harus bayar top up program itu — lima jam saja, bahkan pernah cuma tiga jam,” ucapnya.

Ia sendiri sudah mencoba sekali. Harapan mendapat prioritas pesanan ternyata tak sebanding dengan kenyataan: seharian hanya satu penumpang yang didapat. “Kalau yang beli dapat prioritas, yang tidak beli kalah. Kesannya tidak adil,” tandasnya.

Lebih dalam lagi, terlihat ketimpangan yang lebih mendasar. Di Kabupaten Lebak, jumlah pengemudi mencapai sekitar 2.000 orang, sementara pengguna aplikasi diperkirakan hanya sekitar 1.000. Persaingan kian ketat, namun pendaftaran pengemudi baru terus dibuka.

“Kami minta pendaftaran ditutup atau dievaluasi dulu. Bagaimana nasib kami kalau terus bertambah, padahal pengguna belum bertambah?” tanya Eri.

Ia berharap pihak pengelola justru memperbanyak sosialisasi ke masyarakat — agar yang menggunakan aplikasi makin banyak, dan rezeki terbagi lebih merata.

Hingga berita ini diturunkan, tanggapan resmi dari pihak Maxim Lebak belum diterima. Konfirmasi terus diupayakan.(Red)