PANDEGLANG, Ungkap Publik — Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama tim gabungan kembali memperluas wilayah penelusuran speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Delapan orang yang berada di dalam kapal — terdiri dari nahkoda, awak kapal, pemandu, serta lima jurnalis — hingga kini masih berstatus dicari.
Kali ini wilayah pencarian dibagi menjadi enam sektor dengan cakupan luas mencapai 2.483 mil laut persegi. Berbagai unsur dikerahkan secara terpadu: Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, hingga masyarakat, didukung kapal pencarian, perahu karet, serta peralatan lengkap mulai dari drone termal, peralatan air, medis, hingga komunikasi.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, S.Sos., menjelaskan bahwa perluasan wilayah ini dilakukan agar tidak ada celah yang terlewat.
“Kami perluas area dan kerahkan lebih banyak kekuatan. Semua sarana dan personel dioptimalkan demi menemukan kedelapan orang tersebut,” ujarnya, Kamis (10/9).
Kondisi alam kini menjadi tantangan tambahan: cuaca cerah berawan tebal, angin berhembus selatan ke utara sebesar 15 knot, dan gelombang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Meski berat, keselamatan personel tetap jadi prioritas utama, namun upaya pencarian tidak akan dikurangi intensitasnya.
“Kami pantau terus cuaca dan kondisi laut. Keselamatan tim tetap diutamakan, namun pencarian tetap berjalan maksimal. Harapan kami tetap satu: mereka segera ditemukan dan bisa kembali ke keluarga,” pungkas Al Amrad.
Hingga saat ini, delapan orang tersebut masih dalam pencarian aktif, dan tim terus menyisir (Utari/Red)

Tinggalkan Balasan