LEBAK, Ungkap Publik — Sebuah babak baru perlahan terbentang di wilayah Kabupaten Lebak. PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) kini melangkah ke tahap penentu: Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada ruas Rangkasbitung–Cikulur–Cileles sepanjang sekitar 24,17 kilometer. Ini bukan sekadar serangkaian pemeriksaan teknis, melainkan pintu gerbang menuju pengoperasian resmi jalan tol yang telah dinanti masyarakat.
Bagi Puspita Anggraeni, Direktur Utama WSP, momen ini bermakna lebih dari sekadar selesainya pembangunan fisik.
“Memasuki tahap ULFO merupakan tonggak penting. Fokus kami bukan sekadar menyelesaikan pembangunan, tetapi memastikan ruas ini siap memberikan layanan yang aman, andal, dan nyaman — bagi setiap orang yang melintasinya,” ujarnya dengan tulus, Senin (28/9).
Ketika ruas ini resmi beroperasi, jarak yang dulu terasa jauh akan terasa makin dekat. Konektivitas Kabupaten Lebak dengan pusat-pusat ekonomi di Banten maupun Jabodetabek akan menguat, sementara akses menuju Banten Selatan terbuka lebih lebar. Dampaknya tak hanya di aspal yang mulus: mobilitas semakin lancar, rantai pasok barang bergerak lebih cepat, destinasi wisata tersingkap lebih mudah, dan peluang investasi serta usaha baru perlahan tumbuh di sepanjang koridor.
“Keberhasilan jalan tol tidak hanya diukur dari tersambungnya ruas, tetapi dari manfaat yang tumbuh di sepanjang koridornya — bagi warga, bagi pelaku usaha, bagi masa depan daerah ini,” tambah Puspita.
Perjalanan mewujudkan jalan tol ini tak sendirian. WSP menyampaikan penghargaan mendalam kepada Kementerian PUPR, BPJT, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak, aparat keamanan, mitra kerja, serta seluruh masyarakat yang mendukung proses pembangunan ini.
Nantinya, Jalan Tol Serang–Panimbang akan menyatu dengan jaringan Tol Trans Jawa melalui koridor Tangerang–Merak. Bukan sekadar menghubungkan titik A ke titik B, melainkan menjembatani Banten Utara, Tengah, hingga Selatan menuju masa depan yang lebih cerah dan saling terhubung. (Utari/Red)

Tinggalkan Balasan