LEBAK, Ungkap Publik – Pihak penyidik Krimsus Polres Lebak Polda Banten telah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan terhadap sejumlah pihak terkait ledakan oven ompreng di dapur MBG SPPG Yayasan Darul Ibtida Hasanah, Desa Cilegongilir, Kecamatan Banjarsari, Lebak. Insiden ini menyebabkan tiga orang harus dilarikan ke Puskesmas setempat.
Kapolsek Banjarsari Iptu Alfian mengungkapkan, pihak yang dimintai keterangan antara lain Ketua Yayasan H. Tata, Ketua SPPG Nizar Alparat, dan Heru yang menjabat sebagai Kepala Divisi Ompreng SPPG.
“Tadi sudah dimintai keterangan oleh Krimsus Polres, tiga orang yang dimintai keterangan. Ketua Yayasan, Kepala SPPG dan Kepala Divisi Ompreng,” ujarnya pada Jumat (27/03).
Keterangan ini juga dikonfirmasi H. Tata saat dihubungi melalui WhatsApp. “Iya sudah dimintai keterangan pak, maaf sebelumnya lebih enak kita ketemu di darat kalau ada waktu mah,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai poin-poin pertanyaan yang diajukan penyidik, termasuk terkait kelengkapan dokumen izin operasi seperti IPAL, H. Tata mengaku tidak mengetahui secara detail. “Kalau pertanyaan saya kurang mengetahui, karena berbeda anggota yang menanyakan,” tukasnya.
Sebelumnya, Nizar Arapat sebagai Kepala SPPG telah mengkonfirmasi kejadian tersebut. “Benar ada tiga orang relawan yang terdampak. Dugaan awal karena oven mengalami ledakan, dan benar Heru mengalami luka bakar,” katanya.
Menurut Nizar, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. “Sementara dugaan karena ada pengumpulan gas yang terperangkap, kemudian terjadi percikan sewaktu menyalakan sistem pengapian yang menyebabkan ledakan,” jelasnya.
Selain Heru, korban luka bakar lainnya adalah Romi. (Red)


Tinggalkan Balasan