LEBAK, Ungkap Publik – Isu terkait dugaan penyalahgunaan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Cemindo Gemilang berupa material semen di desa Darmasari kian menyeruak.
Tokoh masyarakat (Tokmas) Darmasari mengungkap penggunaan semen dari CSR untuk pembangunan kantor desa di wilayah itu tidak transparan. Ia juga mengungkap sejumlah persoalan.
“Saya kurang tahu kalau semen dari CSR ada yang dijual, tapi rumornya begitu,” ucap Tokmas Darmasari, Ade Dayat diwawancara belum lama ini.
Ia menuturkan, ketika kegiatan Musdes berlangsung memang sempat dibahas terkait pembangunan kantor desa. Dalam Musdes disinggung terkait pengalihan semen donasi untuk pembangunan kantor desa.
Ia juga menyinggung soal penggunaan semen donasi CSR yang dinilai tidak transparan. Salah satunya terkait Rancangan Anggaran Belanja (RAB).
“Nominal semen di RAB tidak dicantumkan. Ini jadi pertanyaan?,” ucapnya.
Dihubungi terpisah, Camat Bayah Dadan mengatakan, pembangunan kantor desa Darmasari direncanakan dua lantai.
Disinggung terkait polemik bantuan semen dari CSR PT. Cemindo Gemilang diduga diperjual-belikan. Dia menyebut, jika hal itu sudah selesai di musyawarahkan di desa.
“Sudah di selesai di musyawarah desa dengan menghadirkan Pihak Cemindo, Desa, BPD dan perwakilan masyarakat.”katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan