LEBAK, Ungkap Publik – Keluhan tentang terhentinya pasokan Makanan Bergizi Gratis (MBG) menghantui siswa SDN 2 Ciuyah dan 350 santri Ponpes Al Anwariyah Al Idrus di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Program yang seharusnya diberikan secara gratis telah terhenti sejak 8 Januari 2026.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Lebak, Asep Royani, memilih untuk tidak memberikan komentar ketika dikonfirmasi Ungkappublik.id terkait kabar tersebut melalui telepon genggamnya.
Namun, keterangan yang diterima dari Korcam SPPI Kecamatan Sajira, Nugi, membenarkan bahwa satu sekolah dasar dan satu pondok pesantren tidak mendapatkan pasokan MBG.
Menurut Nugi, kondisi ini terjadi karena adanya peraturan baru yang mengharuskan setiap dapur memiliki batasan maksimal 3.000 penerima manfaat.
“Peraturan baru mengharuskan dapur maksimal penerima manfaatnya di 3000 penerima manfaat”kata Nugi singkat.
Selain itu, Nugi menyebut, SDN 2 Ciuyah dan SMP Negeri 2 Sajira telah melakukan Perjanjian Kerjasama (MOU) dengan Dapur Primaland, yang saat ini terkendala masalah proses akun akibat pergantian kepala SPPG.
Sebelumnya, kabar tentang terhentinya MBG juga beredar untuk dua sekolah dasar dan satu pondok pesantren lainnya di Kabupaten Lebak. Adapun Ponpes Al Anwariyah Al Idrus yang awalnya mendapatkan pasokan dari SPPG milik Ustadz Wawan di Desa Sukarame, kini mengalami pemutusan pasokan karena pengelolaan SPPG dialihkan ke pihak baru di Kampung Ciuyah, dekat SMPN 2 Sajira milik Farhan Rasyid. (Red)

Tinggalkan Balasan