LEBAK, Ungkap Publik – Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Lebak, Asep Royani, akhirnya menjelaskan sosok pihak eksternal yang disebutnya sempat mengganggu jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Asep, pihak yang dimaksud berasal dari unsur pemerintah di tingkat desa dan kecamatan.

“Jadi pihak eksternal yang saya maksud dalam rapat koordinasi kemarin itu, saya mendapat laporan ada beberapa pihak dari pemerintah setempat, baik di tingkat desa maupun kecamatan yang terkesan menghalangi kami dalam memperoleh data, baik itu data penerima manfaat maupun data lain yang berkaitan dengan distribusi,” jelas Asep kepada Ungkappublik.id, Kamis (11/6) saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut saat ini sudah selesai dan tidak ada lagi laporan gangguan.

“Tapi hal tersebut sebenarnya sudah selesai. Kami sudah melakukan konsolidasi bersama rekan-rekan kepala SPPG dan koordinator kecamatan untuk menindaklanjutinya, dan sampai saat ini tidak ada lagi laporan kendala,” tambahnya.

Meski sudah tertangani, Asep menyampaikan hal tersebut di hadapan Bupati sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Hanya saja, hal itu perlu disampaikan dalam rapat sebagai bentuk perhatian yang harus diambil pemerintah daerah untuk mengantisipasi kejadian serupa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan alasan mengapa laporan itu disampaikan langsung kepada Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya.

“Kami laporkan di hadapan Bupati khususnya berkaitan dengan birokrasi pemerintahan di Lebak, dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Tujuannya agar menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai ada yang mempersulit atau menghalangi akses data serta bersikap tidak kooperatif saat kami melakukan koordinasi. Hal ini kami sampaikan karena Bupati memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti temuan-temuan kami,” pungkas Asep Royani. (Red)