LEBAK, Ungkap Publik – Menyikapi dinamika yang terjadi pasca kegiatan Halal Bi Halal Pemerintah Kabupaten Lebak pada Senin (30/03/2026) yang dilaporkan adanya miskomunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebak, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Lebak menyampaikan tanggapan resmi.
Respon tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, pada Selasa (31/03/2026). Pihaknya mengajak seluruh partai politik pengusung dan pendukung, serta elemen masyarakat untuk merespons situasi ini dengan kepala dingin.
“Kami meminta semua pihak untuk tetap tenang. Jangan biarkan opini liar mengaburkan fokus kita pada pembangunan daerah. Kita harus berdiri tegak di atas kepentingan rakyat Lebak, melampaui ego kelompok maupun golongan,” ujar Junaedi dalam keterangan resminya.
Ajakan Turunkan Tensi, Hentikan Polemik Tidak Produktif
Junaedi menegaskan bahwa situasi saat ini harus diredakan bersama. Menurutnya, tugas utama seluruh elemen adalah menjaga suasana yang kondusif demi kelancaran pemerintahan, bukan justru menambah keruh suasana.
“Mari kita turunkan tensi, hentikan polemik yang tidak produktif. Tugas kita adalah membangun suasana yang sejuk, bukan menambah keruh suasana dan kegaduhan,” katanya.
Lebih lanjut, Junaedi menyebut dinamika ini sebagai momentum untuk introspeksi diri dan perbaikan sistem komunikasi ke depannya. Ia menekankan bahwa kesalahpahaman yang terjadi tidak boleh merusak soliditas yang sudah dibangun.
“Tidak ada gading yang tak retak, namun, kekhilafan harus menjadi pintu bagi perbaikan komunikasi ke depan. PDI Perjuangan Kabupaten Lebak menegaskan bahwa kami tetap solid dan tegak lurus mengawal kepemimpinan pasangan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah. Kita akan mengawal pasangan ini hingga tuntas masa jabatannya demi mewujudkan visi dan misi,” tegasnya.
Inisiasi Pertemuan Seluruh Parpol Koalisi
Sebagai langkah konkret, DPC PDIP Kabupaten Lebak berencana menginisiasi pertemuan dengan seluruh partai politik yang tergabung dalam koalisi. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan kembali mempererat hubungan antar elemen pemerintahan.
“Kita perlu duduk bersama, menyamakan frekuensi, dan hadir di tengah-tengah situasi ini dan menjadi perekat kembali untuk pasangan Bupati dan Wakil Bupati. Kekuatan kita terletak pada persatuan. Jika koalisi solid, maka pemerintahan akan stabil, dan rakyatlah yang akan memetik manfaatnya,” tandas Junaedi. (Red)


Tinggalkan Balasan