LEBAK, Ungkap Publik – Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Lebak menyampaikan rasa prihatin terkait polemik yang terjadi antara Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah.
“Sangat disayangkan dan saya prihatin di saat daerah kita sedang ingin membangun justru ada gesekan antara bupati dengan wakilnya,” ujar Ketua DPD Partai NasDem Lebak, Dedi Jubaedi kepada wartawan pada Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, konflik antar kepala daerah akan berdampak pada terganggunya komunikasi dan koordinasi di internal pemerintah daerah. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat program pembangunan yang telah direncanakan, sehingga masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Masyarakat lah, termasuk juga kader dan simpatisan NasDem sebagai bagian dari masyarakat, yang akan merasakan dampaknya kalau ada gesekan antar pimpinan daerah,” tegasnya.
Untuk mencegah konflik berlanjut, Dedi menyarankan agar kedua belah pihak melakukan introspeksi diri. Keharmonisan dan kekompakkan sangat dibutuhkan agar rencana kerja serta visi misi pemerintah daerah bisa terealisasi selama masa kepemimpinan.
“Kedua pihak perlu saling menghargai. Jangan sampai ada ucapan yang tidak pantas yang disampaikan di depan publik. Jika ada masalah, bisa saja diselesaikan melalui komunikasi secara langsung dan pribadi,” tambahnya.
Meski tidak menjadi partai pengusung pasangan Hasbi-Amir pada Pilkada 2024, Dedi menegaskan bahwa NasDem tetap berperan mengawal dan mendukung kebijakan bupati terpilih demi kemajuan daerah.
“Walaupun kami bukan partai pendukung, namun setelah ada keputusan hasil pemilihan, maka dukungan terhadap program-program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat adalah kewajiban kita bersama,” pungkasnya. (Red)


Tinggalkan Balasan