LEBAK, Ungkap Publik — Tiga hari berlalu sejak hari Senin pagi. Anak-anak SD Al-Qudwah di Kampung Cempa, Kecamatan Kalanganyar, belum menerima jatah Makan Bergizi Gratis mereka. Sebuah kebiasaan yang tiba-tiba terhenti, membuat para orang tua bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
“Di SD Al-Qudwah sudah 3 hari dari hari Senin sampai hari ini tidak ada pengiriman MBG, infonya dananya belum turun,” ungkap seorang orang tua dengan nada kecewa.
Penjelasan pun datang dari Korwil SPPG Kabupaten Lebak, Mujiburohman. Masalahnya sederhana: dana belum masuk. “Belum ter top up dananya oleh BGN,” katanya singkat.
Ketika ditanya apakah keterlambatan pasokan selama tiga hari ini akan dirapel atau diganti pemberiannya di hari lain, Korwil SPPG belum memberikan jawaban.
Namun di balik penundaan itu, ada hal yang lebih mendasar. Amir Hamzah, Kasatgas MBG Kabupaten Lebak, membuka sisi lain yang dirasakan para pengelola dapur. Sistem pembayaran yang kini dilakukan per hari membuat posisi dapur menjadi sangat rentan. Ketika dana terlambat turun, dapur terpaksa berhenti beroperasi sementara — biasanya berlangsung antara tiga hingga enam hari.
“Kasihan sekarang yang punya dapur. BGN mengubah kebijakan sepihak,” imbuhnya.
Di SD Al-Qudwah hari ini, anak-anak tetap belajar seperti biasa. Namun harapan agar makanan bergizi kembali tersedia segera, masih menunggu dana yang belum turun itu sampai ke tangan. Semoga tak terlalu lama mereka harus menunggu.(Red)

Tinggalkan Balasan