LEBAK, Ungkap Publik – Kondisi jalan nasional ruas Rangkasbitung–Cipanas, Kabupaten Lebak, dinilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Pasalnya, badan jalan tertutup tumpahan lumpur tanah merah yang membuat permukaan menjadi sangat licin, terlebih saat diguyur hujan, sehingga sangat rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan penelusuran wartawan, kotoran tanah merah yang mengotori sepanjang jalan raya tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas galian tanah di wilayah Kampung Kopi, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira.
Kondisi ini memicu kemarahan warga. Seperti yang terekam dalam video yang viral di media sosial WhatsApp pada Minggu (24/5), seorang warga bernama Odon mengungkapkan kekhawatirannya sekaligus protes atas kelalaian pihak pengelola kegiatan galian tersebut yang tidak menjaga kebersihan jalan umum.
“Jalan bagaimana ini? Jadi licin begini. Siapa pengurusnya ini? Siapa pengurus galian ini? Jangan sampai nanti ada korban jiwa,” ujar Odon dengan nada kesal dalam rekaman video tersebut.
Odon menegaskan, warga setempat dan para pengguna jalan berencana menggelar aksi protes jika kondisi ini tidak segera ditangani. Langkah itu diambil sebagai bentuk perlawanan agar aktivitas galian tanah yang dinilai merugikan dan membahayakan keselamatan umum itu segera dihentikan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak terkait maupun pemilik kegiatan galian tanah tersebut untuk meminta penjelasan dan konfirmasi resmi.(Red)


Tinggalkan Balasan