LEBAK, Ungkap Publik — Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak melakukan pemantauan intensif terhadap pelaksanaan 12 paket proyek Pembangunan Sumur Dalam Terlindungi Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas fisik bangunan dan asas kemanfaatan proyek tepat sasaran.

Ketua BK-LSM Kabupaten Lebak, Mamik Slamet, menyatakan pihaknya akan segera meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat. “Insyaallah minggu-minggu ini, kami akan cek langsung ke lapangan, sejauh mana hasil pekerjaannya, apakah sudah selesai atau belum, dan hasilnya maksimal atau tidak,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Mamik juga menyoroti perubahan skema anggaran tahun ini. “Tahun 2024 dan 2025 lalu, per titik anggaran hampir mencapai Rp600 jutaan, namun saat ini rata-rata Rp369 jutaan, tentunya dengan jumlah Sambungan Rumah yang lebih sedikit,” jelasnya. BK-LSM berharap pembangunan tidak mubazir dan infrastruktur benar-benar berfungsi setelah selesai dibangun. “Jangan sampai pembangunan dilaksanakan, namun masyarakat tidak merasakan hasilnya secara maksimal, karena faktanya banyak yang tidak berfungsi,” tegas Mamik.

Berdasarkan data SiRUP Kabupaten Lebak TA 2026, ke-12 titik proyek tersebar di berbagai kecamatan dengan target masing-masing 65 Sambungan Rumah (SR):

1. Desa Cipeundeuy, Kec. Malingping — Rp369.484.050 | 65 SR
2. Desa Kumpay, Kec. Banjarsari — Rp369.484.050 | 65 SR
3. Desa Cibarengkok, Kec. Panggarangan — Rp369.484.050 | 65 SR
4. Desa Sangkanmanik, Kec. Cimarga — Rp439.338.900 | 65 SR
5. Desa Mekaragung, Kec. Cibadak — Rp458.980.650 | 65 SR
6. Desa Tanjungsari, Kec. Maja — Rp416.053.950 | 65 SR
7. Desa Wantisari, Kec. Leuwidamar — Rp416.053.950 | 65 SR
8. Desa Parungkujang, Kec. Cileles — Rp416.053.950 | 65 SR
9. Desa Margawangi, Kec. Leuwidamar — Rp416.053.950 | 65 SR
10. Desa Cireundeu, Kec. Cilograng — Rp439.338.900 | 65 SR
11. Desa Citorek Tengah, Kec. Cibeber — Rp416.053.950 | 65 SR
12. Desa Calungbungur, Kec. Sajira — Rp458.980.650 | 65 SR

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, S.ST., M.Si., mengaku baru memantau beberapa titik. “Saya belum memantau langsung secara keseluruhan dan baru beberapa titik saja, untuk lebih jelasnya nanti hari Senin saya kasih kabar seluruhnya baik itu progres maupun manfaatnya,” katanya. (Red)