PANDEGLANG, Ungkap Publik — Memasuki hari keenam operasi pencarian, Minggu (13/9/2026), delapan orang yang hilang kontak bersama speedboat di perairan Selat Sunda masih berstatus Dalam Pencarian. Tim SAR Gabungan kembali memperluas dan membagi wilayah penelusuran menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 6.010 mil laut persegi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., menyampaikan seluruh unsur dikerahkan secara terpadu — laut, darat, maupun udara — guna menyisir setiap titik yang telah ditentukan.
“Kami terus berupaya maksimal, namun keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama. Kami juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pembagian wilayah meliputi: Sektor V (840 NM²), W (1.120 NM²), Z (809 NM²), Y (497 NM²), X (681 NM²), serta Sektor H (2.063 NM²) untuk pemantauan udara.
Beragam sarana turut bergerak: KN SAR Tetuka, Basudewa, Antasena, KAL Anyer, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KP Sanjaya, RIB 02 Banten/Lampung, hingga dua unit drone termal Basarnas. Dukungan personel datang dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan potensi SAR lainnya.
Kondisi lapangan: berawan, angin timur laut–timur 10–20 knot, gelombang 0,5–2,5 meter.
Delapan orang yang masih dicari: Warta (55), Surakman (60), Heriyanto (49), M. Bagus Khoirunnas (28), Ari Basuki (52), Yudhis, Daus (42), dan Donal.
Operasi akan terus berjalan sesuai rencana dan hasil evaluasi di lapangan.(Red)

Tinggalkan Balasan