SERANG, Ungkap Publik — Sebuah kejadian mengkhawatirkan terjadi di Kampung Pabuaran RT 08 RW 04, Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Seorang warga bernama Sakid (45 tahun) dilaporkan tercebur ke dalam sumur saat sedang bekerja, dan hingga kini masih berada di dalamnya sementara tim penyelamat bergerak cepat menanganinya, Sabtu (12/9/2026).
Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu Sakid sedang berada di dalam sumur untuk memperbaiki mesin air. Diduga, ia mulai merasa lemas dan tak berdaya karena menghirup gas beracun yang terperangkap di dasar sumur, hingga akhirnya jatuh dan tercebur ke dalamnya. Kabar ini segera sampai ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, yang menerima laporan resmi dari BPBD Provinsi Banten pada pukul 09.30 WIB.
Tak menunggu lama, Tim Rescue langsung berangkat bergerak menuju lokasi pada pukul 09.50 WIB lengkap dengan segala peralatan khusus yang dibutuhkan. Di lokasi, operasi disokong oleh lima personel andalan dari Basarnas, dibantu anggota Polsek Cikeusal serta warga sekitar yang berusaha memberi pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., menjelaskan bahwa pertolongan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Bahaya utama bukan hanya kedalaman sumur, melainkan kandungan gas beracun yang masih ada di dalamnya — berisiko merenggut nyawa korban maupun tim yang menolong.
“Kami tekankan keselamatan adalah yang utama. Di dalam sumur itu diduga ada gas beracun. Jika salah langkah, bahaya bisa menimpa siapa saja yang masuk. Maka kami pakai peralatan khusus dan ikuti prosedur ketat,” ujar Al Amrad.
Tim tidak langsung turun; langkah pertama adalah memeriksa dan menilai kondisi di dalam sumur secara teliti, mencari cara yang paling aman sekaligus paling efektif untuk mengangkat korban ke atas.
“Kami berupaya sekuat tenaga mengevakuasi Sakid. Setiap langkah kami hitung dan ukur agar proses pertolongan berjalan aman bagi semua pihak,” tambahnya.
Hingga berita ini disampaikan, Sakid masih berstatus Dalam Pencarian dan Penyelamatan. Tim SAR Gabungan terus bekerja di lokasi, berharap segera berhasil mengangkat korban dan menyerahkannya ke tangan keluarga dalam keadaan selamat.(Red)

Tinggalkan Balasan