LEBAK, Ungkap Publik — Menanggapi keluhan warga Kampung Sukamaju soal aktivitas pengolahan emas dengan sistem gelundung, Kepala Desa Talagahiang Nuryadi memberikan keterangannya. Sebelumnya, warga mengeluhkan suara bising serta menduga kegiatan tersebut menggunakan zat berbahaya merkuri yang berisiko mencemari lingkungan.

Menurut Nuryadi, aktivitas yang berlangsung baru sebatas proses pengurasan, belum masuk tahap pengolahan bahan baku emas. Ia pun menegaskan tidak ada penggunaan zat berbahaya.

“Belum mengolah urat emasnya, baru menguras saja. Belum ada merkuri, hanya proses pengurasan menggunakan mesin gelundung,” ujarnya.

Saat ditanya apakah terdapat belasan titik kegiatan serupa di wilayah desanya, Nuryadi memilih tidak memberikan penjelasan rinci. Begitu juga ketika diminta nomor kontak pemilik usaha bernama AM dan HN untuk keperluan konfirmasi, ia mengaku tidak dapat memberikannya.

Sementara itu, tanggapan berbeda disampaikan Arsadi, warga Kampung Sukamaju. Ia menilai penjelasan tersebut terasa janggal mengingat aktivitas berlangsung terus-menerus.

“Kalau hanya menguras, seharusnya cukup dilakukan satu kali saja. Tapi kenyataannya mesin berjalan terus-menerus. Sekalipun benar belum ada pengolahan, lebih baik diantisipasi sejak dini sebelum dampaknya terasa lebih berbahaya,” tegas Arsadi. (Red)