LEBAK, Ungkap Publik – Isu panas terkait dugaan intimidasi yang menyeret nama kontraktor pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, PT Wijaya Karya (WIKA), akhirnya ditanggapi manajemen proyek. WIKA membantah keras penggunaan humas eksternal yang belakangan menjadi sorotan publik.

Manager PT Wijaya Karya, Muhammad Albagir, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (03/03), menyampaikan klarifikasi resmi. “Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan terkait dugaan intimidasi yang mengatasnamakan pihak proyek Tol Serang–Panimbang, kami menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat bahwa perusahaan senantiasa terbuka terhadap aspirasi, masukan, maupun permohonan audiensi,” tegas Albagir.

Dijelaskan lebih lanjut, WIKA mengarahkan agar setiap permintaan audiensi, keluhan, atau tanggapan dari masyarakat dapat disampaikan melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat bisa menghubungi via email, website, media sosial resmi, atau datang langsung ke kantor operasional di Rangkasbitung. Hal ini bertujuan agar setiap aduan dapat ditindaklanjuti secara baik dan terstruktur.

“Perlu kami tegaskan bahwa pihak yang disebut sebagai Humas Eksternal dalam pemberitaan tersebut bukan merupakan bagian dari WIKA Serang Panimbang. Perusahaan tidak pernah menunjuk, memberikan mandat, ataupun mewakilkan yang bersangkutan untuk melakukan komunikasi kepada masyarakat atas nama perusahaan,” papar Muhammad Albagir.

Albagir juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan WIKA Serang-Panimbang tanpa kejelasan identitas dan kewenangan resmi. “Untuk memastikan kebenaran informasi, masyarakat disarankan untuk selalu berkomunikasi melalui saluran resmi perusahaan,” tambahnya.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah beredarnya pemberitaan yang disebut bernada penghinaan terhadap Badan Koordinasi Lembaga Swadaya Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak. Hal ini diduga dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai Humas Eksternal WIKA Kontraktor.

Menanggapi hal tersebut, pengurus BK-LSM Kabupaten Lebak menyatakan keseriusannya. Mamik Slamet, pada Sabtu, 27 Februari 2026, mengatakan, “Insya Allah, Senin ini, kami segera melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa, dan kami berkolaborasi dengan beberapa Ormas lain. Hal itu kami lakukan untuk menjawab statemen pihak yang mengaku sebagai Humas Eksternal Wika Kontraktor, di mana yang bersangkutan menuding kami sebagai Oknum. Dan kami berharap yang bersangkutan mempertanggungjawabkan statemennya itu.”

Rencana aksi unjuk rasa tersebut, kata Mamik Slamet, bakal digelar di beberapa titik sebagai bentuk evaluasi bersama secara terbuka terhadap kinerja WIKA Kontraktor pelaksana jalan Tol Serang-Panimbang. (Red)