LEBAK, Ungkap Publik — Di bawah terik matahari Sabtu pagi, seragam petugas lalu lintas tampak berdiri tegak di sejumlah ruas jalan Kabupaten Lebak. Operasi Patuh Maung 2026 kini telah memasuki hari ke-13, dan semangat untuk mewujudkan lalu lintas yang aman serta tertib di wilayah ini tak surut sedikit pun.

Kawasan Papanggo Citeras, Jalan Prof. Insinyur Soetami, hingga Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung menjadi saksi kehadiran Satlantas Polres Lebak. Namun kehadiran mereka di jalan bukan sekadar mencari pelanggaran. Saat ditemukan pengendara tanpa helm, odong-odong yang melintas di jalan raya, atau truk pengangkut pasir yang berjalan di luar jam yang ditentukan, pendekatan yang dilakukan adalah kombinasi antara penegakan hukum dan edukasi.

AKP Liska Oktavima Rudianto, Kasat Lantas Polres Lebak, menegaskan bahwa esensi operasi ini jauh lebih besar daripada sekadar sanksi.

“Yang kami dorong bukan hanya kepatuhan saat ada petugas, tetapi kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya dengan tegas namun ramah.

Surat teguran, ETLE handheld, maupun tilang manual memang diterapkan, tetapi itu semua hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah menanamkan pemahaman bahwa setiap aturan dibuat untuk melindungi nyawa sesama pengguna jalan. Diharapkan, masyarakat tidak lagi merasa perlu menunggu ditegur atau ditindak, melainkan mulai membiasakan diri tertib atas kemauan sendiri.

Langkah preventif dan penegakan hukum akan terus berjalan berdampingan. Karena pada akhirnya, jalan yang aman dan tertib adalah tanggung jawab kita bersama — bukan hanya tugas petugas, tetapi kesadaran dari setiap warga yang melintas. (Red)