LEBAK, Ungkap Publik – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyoroti dugaan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan PT Bentonite Banten Indonesia di wilayah Kabupaten Lebak. Organisasi mahasiswa ini bertegas akan melaporkan kasus tersebut hingga ke Mabes Polri dalam waktu dekat.

Ketua Umum HMI Cabang Lebak, Anan Al Jihad, menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan bukti adanya aktivitas penambangan batuan bentonit yang diduga kuat melanggar aturan. Berdasarkan penelusuran dokumen perizinan, wilayah operasional perusahaan ternyata tidak sesuai dengan izin yang dimiliki.

“Kita sudah uji petik ke lapangan, terkonfirmasi dan terdokumentasi ada aktivitas tambang. Padahal izin perusahaan ada di Desa Cilayang dan Candi, tapi aktivitasnya berjalan di Desa Lebak Asih, Kecamatan Curugbitung. Ini diduga kuat ilegal,” tegas Anan.

Berdasarkan data dan keterangan warga sekitar, aktivitas ini disebut sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Dari hitungan yang dilakukan HMI, dengan kapasitas angkut truk mencapai 45 ton per kali jalan dan nilai jual sekitar Rp250 per kilogram, kerugian negara diperkirakan menembus angka Rp36 miliar.

Tak hanya itu, HMI juga menemukan kejanggalan lain terkait penyimpanan hasil tambang. Material hasil galian di Lebak diketahui disimpan di lokasi yang berbeda, tepatnya di dekat kediaman direktur perusahaan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor.

“Ada indikasi hasil tambang disimpan di luar wilayah izin, bahkan lintas kabupaten. Ini jelas merugikan negara secara ekonomi dan berisiko merusak lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Anan menegaskan langkah hukum akan segera ditempuh. Pihaknya meminta penegak hukum memanggil dan memeriksa pihak direksi perusahaan. Lebih jauh, ia mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Mabes Polri jika laporan ini tidak ditindaklanjuti dengan serius.

“Kami akan lapor ke Mabes Polri. Jika tidak ada respons dan tindakan nyata, kami siap turun ke jalan menyuarakan ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait termasuk manajemen PT Bentonite Banten Indonesia belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan resmi. (Red)