LEBAK, Ungkap Publik – Dugaan adanya praktik pungutan dana sebesar Rp 1 juta per lubang tambang batubara di wilayah Lebak Selatan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu ini menyebutkan adanya sistem “koordinasi” yang berlaku bagi para penambang di lahan kawasan hutan, meliputi wilayah Kecamatan Bayah dan Panggarangan.

Salah seorang pemilik lokasi tambang di Bayah, yang akrab disapa Yudi, membenarkan adanya kewajiban pembayaran tersebut. Ia mengaku mengikuti aturan yang berlaku sama seperti penambang lainnya.

“Saya ikut koordinasi, saya juga ikut yang lainnya. Iya per lubang Rp1 juta,” ujar Yudi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4).

Pengepul: Saya Hanya Membeli Hasil Tambang

Berbeda halnya dengan Nadi, pengepul atau pemilik stockpile di Desa Pamubulan. Ia mengaku tidak mengetahui detail mekanisme pungutan tersebut. Menurutnya, ia hanya bergerak di bidang pembelian barang yang sudah dihasilkan penambang.

“Kalau saya kurang tahu ya. Saya mah tidak punya lubang. Masalah di atas (lahan) saya ngak hapal. Istilahnya, ada yang jual ke stockpile saya beli, kalau nggak ada saya diam,” jelasnya.

Beredar Chat WA Sebut Oknum Polisi Terlibat

Sementara itu, beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga milik seorang pemilik tambang bernama Pahlevi alias Pekuk. Dalam percakapan itu, dibahas soal alur pembayaran dana koordinasi dan menyebut inisial WHD yang belakangan diketahui sebagai oknum kepolisian.

“Urusan APH itu urusan langsung WHD,” demikian kutipan pesan dalam percakapan WhatsApp yang beredar tersebut.

LMDH Sawarna Bantah Terima Setoran

Di sisi lain, pihak LMDH Perhutani Desa Sawarna membantah keras terlibat dalam praktik pemungutan uang tersebut. Yudi alias Empan, yang mewakili LMDH, menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah meminta sepeser pun dari penambang.

“Kami dari zaman dulu sampai saat ini, LMDH tak pernah minta uang koordinasi. Jangankan satu juta per lubang, seratus ribu pun tidak. Tidak ada atas nama LMDH,” tegasnya.

“Kalau ada panitia lokal yang bantu, itu pun bukan uang koordinasi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim wartawan masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait lainnya untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. (Red)