LEBAK, Ungkap Publik– Warga Kampung Kaduagung RT 07 RW 04, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kondisi lingkungan mereka yang kerap dilanda banjir setiap kali hujan deras mengguyur. Genangan air ini diduga terjadi akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai di kawasan permukiman.

Akibatnya, saat curah hujan tinggi, air dengan cepat meluap, merendam jalan setapak, hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Ridwan, salah satu warga sekaligus pemerhati kebijakan publik, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung lama namun belum mendapat penanganan serius.

“Hampir dua tahun sering terjadi, apalagi kalau hujan deras ditambah selokan sudah banyak yang rusak dan tertimbun tanah,” ungkap Ridwan, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, puluhan rumah menjadi langganan kebanjiran. Ketinggian air bahkan bisa mencapai mata kaki orang dewasa dan merembes hingga ke ruang tidur.

“Air biasanya setinggi mata kaki orang dewasa dan puluhan rumah sering kebanjiran, airnya masuk sampai kamar. Mungkin airnya mau ikut tidur,” candanya diselipkan kesedihan.

Perbaikan Hanya di Pinggir Jalan

Upaya penanganan yang pernah dilakukan dinilai belum maksimal. Perbaikan drainase hanya dilakukan di pinggir jalan raya utama, sehingga tidak mampu menampung debit air yang masuk ke pemukiman warga.

Selain infrastruktur, Ridwan juga menyoroti minimnya perhatian dari pemerintah desa setempat. Ia menilai, hingga saat ini belum ada upaya konkret maupun bantuan yang diberikan.

“Belum pernah ada upaya dari Pemerintah Desa, nengok mah sudah sangat jarang. Minimal ditengok mun teu boga duit mah Jaro (minimal ditengok kalau tidak ada uang),” ucapnya dengan logat Sunda yang khas.

Di lokasi tersebut, kondisi gorong-gorong juga terhambat, salah satunya karena tertutup tembok bangunan milik warga lain.

Untuk itu, Ridwan berharap pemerintah segera turun tangan. Ia meminta agar drainase dan gorong-gorong segera diperbaiki, serta adanya edukasi dari pihak desa agar masalah banjir ini tidak terus berulang.

“Ya semoga segera diperbaiki secepatnya. Minimal dibuatkan gorong-gorong kembali. Di dalam gang juga gorong-gorongnya sudah terhalang tembok tetangga. Minimal ada bantuan edukasi dari Pemdes,” pungkasnya.(Adi)