LEBAK, Ungkap Publik– Pengelolaan limbah di dapur pelayanan pemenuhan gizi atau MBG yang berlokasi di Kampung Pasir Geleng, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, diduga tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Limbah air cucian dari dapur tersebut diketahui dibuang langsung ke saluran drainase jalan tanpa adanya bak penampungan khusus.

Pemantauan awak media pada Rabu (20/5/2026), menunjukkan dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu sudah beroperasi cukup lama. Namun, hingga kini sistem pembuangan air bekas cucian terlihat dialirkan begitu saja ke selokan umum yang berada tak jauh dari pemukiman warga.

Salah satu warga setempat, Nurwan, mengaku heran atas praktik pembuangan limbah tersebut. Menurutnya, kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Saya heran, air cucian ompreng dibuang ke drainase jalan raya. Padahal alirannya tepat di dekat lingkungan warga. Seharusnya pihak pengelola lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, bukan malah membuang limbah sembarangan,” ujar Nurwan.

Ia menambahkan, kondisi saluran tersebut kerap terlihat kotor. “Coba dilihat dari pagi sampai siang, saluran itu menggumpal dan beraroma tidak sedap. Hal ini terjadi terus-menerus setiap harinya,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilangkahan, Yosa, mengaku tidak mengetahui secara pasti kepemilikan dapur SPPG yang beroperasi di Kampung Pasir Geleng tersebut. Ia hanya membenarkan ada empat unit dapur sejenis yang beroperasi di wilayah desanya.

“Untuk yang di Kampung Pasir Geleng, kepala dapurnya bernama Dadan. Namun pihak desa tidak mengetahui secara rinci SPPG itu milik siapa,” ungkap Yosa saat dikonfirmasi.

Dari informasi yang dihimpun, dapur yang membuang limbah ke drainase ruas jalan nasional Malingping–Bayah itu disebut-sebut merupakan milik istri seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Sampai berita ini diturunkan, pihak media telah berupaya menghubungi pengelola dapur, Dadan, melalui telepon maupun pesan singkat WhatsApp, namun belum ada respons. Wartawan masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait. (Red)