LEBAK, Ungkap Publik – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak memberikan perhatian khusus terhadap proses pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang. Meski mendukung percepatan proyek strategis nasional ini, organisasi ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Tol sepanjang 83,67 km ini terbagi menjadi tiga seksi. Saat ini, pembangunan Seksi 1 (Serang–Rangkasbitung) dan Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles) telah selesai, sementara Seksi 3 (Cileles–Panimbang) masih terus dikebut sesuai target waktu.

Ketua Umum HMI Cabang Lebak, Anan Al-Jihad, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah, khususnya di Kabupaten Lebak. Namun, di sisi lain, dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan warga tidak boleh diabaikan.

“Kami melihat bahwa setiap pihak yang terlibat dalam pembangunan tentu memiliki tanggung jawab sesuai kewenangannya. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi bersama agar pembangunan ini tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” ujar Anan dalam keterangannya, Senin (5/4).

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan terjadi di Desa Gunungsari, Kampung Karag. Warga setempat mengeluhkan kerusakan pada jalan milik Pemerintah Kabupaten Lebak yang diduga akibat dampak aktivitas pembangunan Tol Seksi 3.

Menanggapi hal tersebut, HMI mendesak agar pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (WIKA) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, segera melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Kami mendorong agar ada langkah cepat dari pihak kontraktor maupun pemerintah daerah untuk meninjau kondisi tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan,” tegasnya.

Tak hanya kerusakan fisik jalan, masalah debu juga menjadi keluhan utama. Cuaca panas yang ekstrem membuat debu hasil aktivitas kendaraan proyek beterbangan, mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Bahkan, kondisi jalan yang berkerikil dan licin karena debu juga dikabarkan pernah menyebabkan kecelakaan pada pengendara motor.

Oleh sebab itu, HMI Cabang Lebak meminta langkah mitigasi segera dilakukan, seperti penyiraman jalan secara berkala dan perbaikan sementara akses jalan yang terdampak demi keselamatan pengguna jalan.

“Pembangunan harus tetap berjalan, namun keselamatan dan kenyamanan masyarakat tidak boleh diabaikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Anan.

HMI juga mengajak seluruh pihak menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi konstruktif, demi memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan prinsip keadilan sosial dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Hingga berita ini dipublikasikan, wartawan masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi. (Red)